Buku Psikologi Kekuasaan

Buku Etika Berbicara, Etika Berkuasa

Pelajaran Kepemimpinan dari Nilai-Nilai Budaya Nusantara

oleh Dr. Dr. Rosidi Roslan, S.IP., SKM., S.H., MPH., M.Si., M.AP., M.H.

0 terjual
Mulai dari Rp194,800 Harga menyesuaikan format yang dipilih
Pilihan Produk

Pilih Format

Pilih satu format untuk melihat harga dan stok.

Buku OriginalProduk resmi Master Book Store

Pilih FormatBenefit menyesuaikan pilihan produk

Bantuan AdminKonfirmasi pesanan melalui WhatsApp

Pilih format, lalu lanjutkan melalui Toko Online, WhatsApp.

Tentang Buku Ini

Cara seorang individu memperlakukan manusia di sekitarnya bisa terbaca dengan jelas dari pilihan bahasa yang ia gunakan ketika berada dalam posisi berkuasa.

Kewenangan seorang pemimpin tidak hanya hadir dalam tindakan-tindakan formal seperti menetapkan kebijakan, mengalokasikan sumber daya, ataupun membubuhkan tanda tangan pada sebuah keputusan. Kekuasaan juga bekerja melalui interaksi yang tampak sederhana dan sehari-hari: siapa yang diberikan kesempatan menyelesaikan pendapatnya, siapa yang pembicaraannya dihentikan, siapa yang menerima teguran di hadapan orang banyak, siapa yang berhak memperoleh penjelasan, serta siapa yang justru diminta menahan suara atas nama menjaga keharmonisan.

Bahasa bisa menjadi sarana untuk mempertahankan martabat seseorang, tetapi di saat yang sama juga bisa dipakai untuk mengintimidasi, mempermalukan, mengaburkan tanggung jawab, maupun membentuk kepatuhan. Karena itulah, etika komunikasi tidak bisa dipersempit hanya menjadi persoalan kesantunan. Melalui Etika Berbicara, Etika Berkuasa, pembaca diajak memahami bahwa kewibawaan tidak hanya bersumber dari posisi formal, melainkan dibangun melalui keteladanan, kemampuan untuk sungguh-sungguh mendengarkan, keadilan ketika memberikan koreksi, serta keberanian seorang pemimpin dalam menetapkan batas atas kekuasaan yang dimilikinya.

Berbagai nilai budaya Nusantara, seperti gotong royong, musyawarah, kekeluargaan, kehormatan, harmoni, dan menjaga muka, ditempatkan dalam buku ini sebagai sumber pembelajaran yang perlu dibaca secara kritis. Setiap nilai diperiksa sesuai konteks masyarakat tempatnya hidup, fungsi sosial yang dijalankannya, batas penerapan, serta kemungkinan penyalahgunaan dalam praktik kekuasaan. Dengan pendekatan itu, kebudayaan tidak diperlakukan sebagai slogan yang cukup diterima begitu saja ataupun sebagai tameng untuk membungkam kritik. Keseluruhan pembahasan itu dipertemukan dengan refleksi mengenai kepemimpinan, kajian organisasi, serta praktik komunikasi.

Dari persoalan mengenai hubungan antara bahasa dan kekuasaan, pembaca kemudian dibawa menuju berbagai praktik kepemimpinan yang lebih konkret: membangun kemampuan mendengar, menyampaikan koreksi tanpa merendahkan, menjalankan musyawarah melalui proses yang cukup adil, menghadapi konflik tanpa mengubah pihak yang berbeda menjadi musuh, membentuk budaya organisasi yang sanggup menerima kabar buruk, hingga menggunakan kewenangan secara bertanggung jawab dalam ruang digital.

Disiplin kepemimpinan yang ditawarkan buku ini tidak bertumpu pada gambaran ideal mengenai sosok pemimpin tanpa kekurangan. Melalui beragam skenario komposit, pertanyaan reflektif, kotak perenungan, serta perangkat praktis, pembaca dibantu untuk menghubungkan gagasan dengan keadaan yang mungkin ditemui dalam kehidupan nyata. Pendekatan yang dikembangkan lebih realistis: memastikan fakta sebelum menuduh, menjelaskan alasan sebelum meminta kepatuhan, menyediakan ruang bagi pihak lain untuk memberikan jawaban, mengenali ketimpangan kekuasaan, serta memperbaiki kekeliruan sebelum pola itu berkembang menjadi kebiasaan dan akhirnya membentuk budaya.

Seluruh pembahasan itu akhirnya mengarah pada satu pertanyaan yang sederhana sekaligus mendasar: sesudah seseorang berhadapan dengan kekuasaan yang kita miliki, apakah ia masih bisa berdiri sebagai manusia dengan martabat yang tetap utuh?

Spesifikasi Buku

PenulisDr. Dr. Rosidi Roslan, S.IP., SKM., S.H., MPH., M.Si., M.AP., M.H.
QRCBN62-10226-4593-026
PenerbitMasterbook Store
Tahun terbit2026
Jumlah halaman517 halaman
BahasaIndonesia
Ukuran15,5 x 23 cm/B5 Standar Dikti/UNESCO
CoverCover Full Color
Managed by@Masterbook.store Official
Format BukuEbook / PDF, E-Pub

Keunikan Buku

1. Memahami bahasa sebagai bentuk pelaksanaan kekuasaan, bukan hanya sebagai persoalan tata krama, kesopanan, ataupun keterampilan dalam berkomunikasi.

2. Menyatukan pembahasan mengenai etika individu dengan sistem organisasi, mulai dari interaksi antardua orang hingga praktik rapat, promosi, pembentukan budaya kerja, serta mekanisme pengawasan digital.

3. Menelaah nilai-nilai budaya Nusantara secara kritis dan kontekstual, dengan mempertimbangkan fungsi, keragaman, ketegangan internal, latar penerapan, serta kemungkinan nilai itu disalahgunakan.

4. Menghindari kecenderungan meromantisasi budaya maupun menjadikan kepemimpinan sekadar persoalan moral pribadi, sembari tetap mempertahankan kemungkinan terbentuknya kewibawaan yang berlandaskan etika.

5. Memadukan pendekatan naratif, reflektif, bukti ilmiah, studi kasus komposit, serta perangkat praktis melalui penggunaan bahasa yang tetap mudah dipahami oleh pembaca umum.

6. Menyediakan instrumen yang bisa segera diterapkan dalam praktik, antara lain pemeriksaan etis sebelum berbicara, pemetaan kekuasaan, kerangka penyampaian teguran, matriks musyawarah, audit terhadap budaya rapat, serta kompas etika bagi pemimpin.

Profil Penulis
Profil Penulis
Dr. Dr. Rosidi Roslan, S.IP., SKM., S.H., MPH., M.Si., M.AP., M.H.

Dr. Dr. Rosidi Roslan, S.IP., SKM., S.H., MPH., M.Si., M.AP., M.H.

Penulis

30Buku

Dr. Dr. Rosidi Roslan, S.IP., SKM., S.H., MPH., M.Si., M.AP., M.H. adalah akademisi, birokrat, praktisi hukum dan kesehatan masyarakat, serta penulis yang memiliki perhatian mendalam terhadap hukum, kebijakan kesehatan, administrasi publik, tata kelola kelembagaan, kepemimpinan, komunikasi, kesehatan lingkungan, dan pengembangan diri strategis. Lahir di Padang pada 18 September 1971, penulis menempuh pendidikan multidisipliner. Setelah lulus dari Akademi Penilik Kesehatan Padang pada 1994, ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Terbuka, Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, dan Sarjana Hukum dari Universitas Bung Karno. Pendidikan pascasarjananya meliputi Master of Public Health dari Southern Cross University, Australia, dengan konsentrasi Public Health Leadership, serta Magister Ilmu Administrasi, Magister Ilmu Hukum, dan Magister Sains. Ia juga meraih Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Persada Indonesia YAI dan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Sebelas Maret dengan predikat cum laude. Sejak 2025, penulis melanjutkan studi Doktor Administrasi Publik di Universitas Terbuka. Dalam pengabdiannya di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penulis pernah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya (2020–2023), kemudian dipercaya memimpin Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya. Kompetensinya diperkuat melalui pendidikan profesi advokat, auditor hukum, serta berbagai sertifikasi profesional di bidang manajemen, komunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan sumber daya manusia. Sebagai akademisi dan penulis, ia aktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah, dan penulisan buku. Karya-karyanya mencakup Saat Jabatan Menjadi Delik, Cara Berpikir Hukum, Perlindungan Hukum bagi Profesi Kesehatan di Indonesia, Strategi Kebijakan Kesehatan Pro Rakyat, Rumah Sakit Tangguh di Era BPJS, Kepemimpinan dan Berpikir Sistem Kesehatan Masyarakat, Buku Ajar Analisis Kualitas Lingkungan, Makan Bergizi Gratis: Solusi atau Beban Negara?, Seni Dibutuhkan, dan Menang dengan Tenang. Atas dedikasinya, penulis memperoleh Peringkat I Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIV Tahun 2021 serta Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX dan XXX dari Presiden Republik Indonesia. Bagi penulis, kualitas manusia dan organisasi tidak semata ditentukan oleh gelar, jabatan, atau kewenangan, melainkan oleh integritas, kontribusi, kepercayaan, dan manfaat yang dihadirkan. Melalui karya-karyanya, ia berupaya menjembatani teori dan praktik, hukum dan keadilan, serta kebijakan dan kebutuhan masyarakat. Baginya, buku merupakan sarana memperkuat literasi, membangun pemikiran kritis, menjaga martabat manusia, dan mendorong perubahan yang lebih bertanggung jawab serta berkeadilan.

“Kualitas seseorang maupun sebuah sistem dibangun melalui nilai, kepercayaan, kontribusi, integritas, dan reputasi yang dirawat secara konsisten.”
Hukum Kebijakan Kesehatan Administrasi Publik Manajemen Pelayanan Kepemimpinan